RUMAHKU SURGAKU
Dalam wacana masyarakat modern yang sudah berkembang selama ratusan tahun, masih belum ada aturan yang menyebutkan bahwa sebuah rumah itu bisa dikatakan islami atau tidak. Pemahaman masyarakat hanya sebatas visual belaka.
Mereka menggangap bahwa rumah islami adalah rumah yang memiliki pernak-pernik elemen dekoratif yang bernuansa islam saja. Elemen-elemen dekoratif itu bisa berupa gambar, foto, lukisan, mekah, masjid Nabawi atau ikon islam lainnya. Bisa juga berupa kaligrafi atau nukilan ayat-ayat al-Qur’an yang dipajang secara artistik didinding ruang tamu atau ruang –ruang lainnya. Bila kita mau berpikir lebih dalam, maka kita akan sadar bahwa ada hal yang lebih mendasar yang akan menjadikan rumah bisa terasa lebih islami. Esensi islami itu sendiri lebih mengarah pada aturan – aturan yang membuat perasaan penguna atau pemilik rumah terasa nyaman ketika berada dirumah. Sebagaimana sabda Rasulullah ”baiti jannati´. Rumah bagi seorang muslim selain berfungsi sebagai tempat tinggal juga berfungsi sebagai tempat pendidikan (tarbiyatul aulad), tempat tinggal, sekaligus tempat berlindung. Jika kita menegok pada sirroh (sejarah) Rasulullah maka kita dapati bahwa rumah Rasulullah juga dipakai sebagai masjid (pada awal-awal dakwah) sekaligus tempat membina para sahabat. Dan dari rumah itu terlahir generasi Robbani yang menjadi umat terbaik.
RUMAH IDAMAN
Rumah idaman bagi setiap muslim adalah rumah yang mampu memberikan ketenangan batin dan juga yang mampu membawa penghuninya semakin dekat kepada Allah.
Untuk merancang sebuah rumah islami, ada beberapa hal esensial yang perlu diperhatikan. Sehingga didapat sebuah desain rumah islami yang ideal, tidak hanya sekedar dekoratif saja. Hal-hal tersebut antara lain :
1. Desain rumah hendaknya tidak ditujukan untuk menunjukkan status sosial seseorang (kedudukan atau jabatan). Indah tapi tidak berlebihan atau glamour. Ramah terhadap lingkungan dan hubungan dengan tetangga terjaga dengan baik.
2. Dinding atau pagar sebaiknya tidak terlalu tinggi, sehingga membuat rumah terlingkupi dan terkesan sebagai benteng yang memutuskan hubungan dengan tetangga. Dengan catatan masih memenuhi fungsinya sebagai pengaman.
3. Pintu utama dan teras usahakan tidak diletakkan secara tegak lurus dengan ruang tamu. Sebaiknya disamping rumah. Hal ini dimaksudkan agar ketika tuan rumah membuka pintu, seorang tamu tidak langsung melihat isi rumah melainkan hanya sebagian kecil. Selain itu desain juga menjaga agar ketika ada seorang tamu dan tuan rumah dalam keadaan tidak siap menerima tamu (tidak berjilbab), aurat tuan rumah akan tetap terjaga. Hal ini juga menjaga dari pandangan orang iseng yang sambil lewat melonggok kedalam rumah.
4. Ruang tamu hendaknya tidak bersambung dengan ruang keluarga dan ruang – ruang lain dalam rumah sehingga aktivitas penghuni tidak bisa diketahui oleh tamu. Ruang tamu harus benar-benar dirancang supaya penghuni tidak merasa terganggu aktifitasnya dengan kedatangan tamu.
5. Kamar mandi usahakan mudah perawatannya sehingga kebersihannya tetap terjaga. Pilih bahan yang mudah dibersihkan dan tidak mudah ditumbuhi jamur atau lumut
6. Letaak toilet sebaiknya tidak menghadap kiblat, usahakan menghadap utara atau selatan.
7. Sebaiknya meminimalkan hiasan berupa patung dan gambar manusia atau binatang akan menghalangi malaikat Rahmat untuk masuk kedalam rumah.
8. Sediakan sebuah ruang untuk tempat beribadah (mushola, untuk salat – salat sunnah) sekaligus sebagai tempat pembinaan bagi seluruh anggota keluarga. Ruang yang akan memberi ruh dan sumber cahaya ilahi bagi keluarga.
8 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment


Assalamu’alaikum. mas Andi saya mau tanya kalau saya mau membangun rumah islami yang ukurannya tidak besar memang, sekitar lebar 5m, panjang kanan 14,5m, panjang kiri 15m. saya pengen banget dapat contoh desainnya dari mas Andi. trimakasih ya mas. wassalam.
Ass. mas, saya ingin bangun rumah islami, uk. tanah yang saya miliki 6 X 12 M & 6 x 15 M
keduanya di lokasi yang berbeda.
saya ingin dapat contoh desainnya dari mas Andi. terima kasih
Assalamulaikum wr wb, kula nuwun,
Bro, nice article! Agama kita memang tidak pernah menyebutkan secara eksplisit tentang bagaimana arsitektur islami itu seharusnya. Tapi dari artikel ini setidaknya bisa kita ambil kesimpulan bahwa arsitektur islami itu hendaknya low profile, mencerminkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman (misal dari pemilihan bahan-bahan yang mudah dibersihkan dsb.) dalam hemat saya, “kebersihan adalah bagian dari iman” juga dapat mengindikasikan bahwa arsitektur yang islami itu (seperti yang Anda katakan) juga harus ramah lingkungan (berarti juga tidak menimbulkan kerugian secara sosial; entah itu dengan memiliki potensi konflik dengan tetangga ataupun mensegregasikan dirinya dengan lingkungan: contoh masalah pagar yang Anda kemukakan) Kalimat mengenai kebersihan tadi juga dapat (dalam hemat saya) diartikan menjaga kebersihan (image) tuan rumah melalui tatanan ruang; sebagaimana telah Anda katakan bahwa ruang publik hendaknya membatasi akses pandangan tamu agar tidak melihat tuan rumah dalam keadaan tidak siap menerima tamu (lha iya..kalo tuan rumahnya punya penyakit kulit yg seperti peta bumi dipunggungnya..siapa yg enggak ngeri ngeliat?!?)
Mengenai ornamen yang menyerupai makhluk hidup, menurut saya hanya: SERAM terkadang memang terkesan menyeramkan apabila terdapat banyak ornamen yang benar-benar realistis; benar-benar “hidup”.
Sungguh banyak yang bisa kita gali tentang hal ini, Bro Andy, saya bersedia berdiskusi panjang lebar mengenai hal ini dengan Anda, bahkan mungkin kita bisa memulai blog khusus yang membahas mengenai arsitektur islami (ah..paling udah ada yg memulai…this is the 21st century..everything has been discovered!) anyways…saya tunggu tanggapannya Bro Andy.
Wassalam wr wb
[...] be appropriate to publish these thoughts of mine. This post has something to do with the work of Andy Rahman on how an Islamic house should manifest itself. This post, however, will not speak about the house [...]
Assalamualaikum mas Andi.
mau nambahin aja ni, kalo bisa rumah islami di dalam rumah jngan terllu banyak anak tangga, dn kalau bisa sekat antar ruangan yang bisa dipindahkan, sehingga rumah tersebut tetap nyaman jika dipakai untuk pengajian ataupun solat berjamaah / tarawih bersama.
Salam kenal…
Assalamualaikum wr.wb.
wah mas Andi keren banget nich artikelnya tentang rumah islami, saya mau beli rumah lho di daerha sedati ya alhamdulillah insyaAllah ada jalan untuk KPR. rencananya saya ambil tipe 36, saya bingung untuk tipe 36 yang islami itu kayak gimana ya model ruangannya, sekat2nya,dst.
jazk ya
wass
hmm……..
artikelnya bagus dan menarik, kebetulan saya lagi bikin tugas mata kuliah seminar yang membahas tentang tata ruang Islami pada rumah tinggal.
saya juga ada beberapa yang mengutip dari sini hehehehehehhee…….
tapi kok kayanya ada yang kurang y????
karena kurang dalil dan penjabaran misalkan:
toilet yang tidak menghadap ke kiblat karena apa???? ya karena klo menghadap k kiblat itu seperti tidak menghargai dll
kemudian kamar mandi yag mudah perawatan agar bersih nah itu bisa di sangkutkan dengan “kebersihan sebagian dari iman” atau mungkin dengan dalil yang lain yang bersumber dari Al Qur’an, Al Hadits dll
trimakasih
(NB : ud ada blm y blog ttg arsitektur Islami?)
salam knal
Wassalamu’alaikum wr.wb.
hhmmmmm……..
pembahasan yang menarik……..
klo boleh usul………
klo bisa d sertakan dalil yang berkaitan dengan pembahasan tersebut….
misalnya harus menyediakan ruang tamu untuk pria dan wanita, sesuai dengan surat Annur tentang pemisahan wanita dan pria…..
kemudian tidur menghadap kiblat (sebelum tidur juga jarus wudlu terlebih dahulu) agar sewaktu-waktu di panggil oleh Allah SWT kita sudah siap dan contoh-contoh yang lainnya….
kbetulan judul matakuliah seminar saya juga tentang tataruang Islamidi daerah kampung Arab Semarang……..
apa buku yang memuat tentang tataruang Islami sudah banyak???
trimakasih….