Archive for December, 2010
Rumah Urban Kontemporer di Surabaya
Posted by andyrahman in architect, arsitek profesional, arsitektur, bangunan, desain rumah minimalis, eksterior desain, interior desain, residential, Rumah, Rumah Islami, rumah minimalis on December 22, 2010
Pemilik rumah adalah keluarga kecil, terdiri dari suami (dosen), istri (ibu rumah tangga), dan dua orang anak. Pada awalnya pemilik menginginkan rumah yang tidak terlalu mewah namun mampu mencitrakan sebuah gaya hidup. Ibu Ira (istri pemilik) merupakan seorang ibu rumah tangga yang menginginkan rumahnya nanti tampil beda dengan rumah-rumah di sekitarnya, karena rumahnya terletak di perumahan. Ibu Ira juga menginginkan rumah yang sehat, artinya bagus dari segi pencahayaan dan sirkulasi udara.
Dari keinginan klien itulah kita mencoba menawarkan tipikal sebuah rumah urban bergaya kontemporer. Tampilannya yang provokatif merupakan spirit dari gaya hidup pemilik yang dinamis dan suka dengan hal-hal yang baru. Berada di kawasan perumahan yang ada di Surabaya Timur, rumah ini mampu tampil menarik di tengah-tengah lingkungan perumahan yang bergaya mediteranian. Pemilik memang menginginkan rumahnya bisa tampil ke’kini’an karena mereka sudah bosan dengan desain rumah yang bergaya mediteranian.
Rumah ini menghadap kearah timur, dimana angin di Surabaya berhembus dari arah timur ke barat, hal ini coba kita masukan sebagai potensi dalam merancang rumah ini. Bentukan tiga dimensi di bagian fasad depan berfungsi sebagai ‘wind catcher’, sehingga rumah ini walaupun tanpa AC akan tetap dingin. Hal ini karena wind catcher tersebut mampu bekerja secara optimal.
Penataan ruang kita desain dengan mengoptimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara. Sehingga rumah ini bisa nyaman untuk di tinggali penghuninya. Pembagian zona ruang yang terbagi menjadi zona publik, privat, serta service juga memberi kenyaman tersendiri.
Area ruang makan yang di pisah oleh penyekat merupak trik untuk mejaga areal privat agar tidak terlihat langsung dari ruang tamu. Taman belakang berfungsi untuk pencahayaan dan sirkulasi udara di bagian belakang, sehingga tidak ada ruang yang gelap dan lembab. Sedangkan taman kering yang ada di bawah tangga kita maksudkan untuk memperluas area ruang makan secara perseptual.
Kita mengurangi pemakaian batu alam untuk finishing eksterior tujuannya adalah supaya costnya tidak terlalu mahal, pemakaian cat dengan jenis weathershield di harapkan mampu menekan biaya finishing sekaligus maintenance dari rumah ini. Batu alam hanya kita pakai untuk pagar dan area taman belakang.
Untuk pagar kita memakai batu andesit, sedangkan untuk taman belakang kita mamakai batu paras jogja. Finishing batu paras jogja di area taman belakang mempunyai fungsi yang cukup signifikan, yaitu sebagai view utama ruang makan.
Nama Proyek: Ira Residence
Lokasi Proyek: Sukolilo Park Regency Blok F/7, Surabaya
Luas Tanah/Banguan: 136/180 m2, Tahun: 2010, Arsitek: Andy Rahman. A, ST. IAI
Rumah Ideal Di Lahan Terbatas
Posted by andyrahman in architect, arsitek profesional, arsitektur, bangunan, desain rumah minimalis, eksterior desain, interior desain, residential, Rumah, Rumah Islami, rumah minimalis on December 22, 2010
Pemilik rumah ini adalah keluarga besar. Jumlah penghuninya mecapai 10 orang, terdiri dari suami, istri, 5 orang anak dan 3 orang pembantu. Alhasil, kebutuhan kamarnya pun banyak. Di atas lahan yang hanya 9X17 m2 seluruh kebutuhan ruang tersebut harus di akomodsai, tanpa mengorbankan kenyamanan, srikulasi udara dan pencahayaan. Pemilik menginginkan fasad rumahnya tampil tidak terlalu mewah tapi tetap menarik, salah satu obsesi mereka adalah memiliki rumah yang menarik, terlihat sederhana dan tidak glamour.
Di situlah letak tantangan dalam merancang rumah ini. Penataan ruang di fokuskan pada kenyamanan masing-masing kamar, setelah itu ke bagian area ruang makan dan seterusnya. Ruang tamu di beri partisi pemisah supaya aktifitas di area privat (ruang makan) tidak terlihat oleh tamu. Sedangkan ruang santai dan mushola tetap mendapat porsi yang proprsional.
Desain rumah ini membuktikan bahwa dengan lahan yang terbatas dan kebutuhan ruang yang banyak tetap bisa nyaman dan indah. Penataan denah memprioritaskan setiap ruang untuk memperoleh pencahayaan dan sirkulasi udara yang optimal, Hal itu bisa dilihat dari bukaan-bukaan jendela yang ada di setiap kamar dan adanya patio serta area terbuka di lantai 2.
Pembagian ruang yang pas merupakan kelebihan dari rumah ini, karenanya meskipun ruangnya cukup banyak namun tetap terkesan luas. Ruang makan di desain luas dan berada di tengah ruang mempunyai fungsi untuk menyatukan ruang-ruang tidur. Kehadiran waterwall dan kolam juga menambah nyaman area ruang makan, di samping fungsi utamanya sebagai sumber pencahayaan serta untuk sirkulasi udara.
Void di area tangga berfungsi untuk memperluas area di ruang makan secara perseptual. Void tersebut juga berfungsi sebagai penghubung antara lantai 1 dan lantai 2. Sedangkan area di bawah tangga bisa di manfaatkan sebagai gudang dan tempat menyimpan barang.
Di lantai 2, ruang santai serta mushola juga mempunyai peran yang sama seperti ruang makan. Hasilnya baik di lantai 1 maupun di lantai 2 ruangan terasa luas dan nyaman.
Rumah ini memakai cukup banyak material batu alam, karena pemilik menginginkan rumahnya tetap tampil natural. Finishing Eksterior memakai batu susun sirih (bagian pagar), batu candi (untuk bidang di lantai 2 sebelah kiri), serta batu paras jogja susun acak (untuk bidang di lantai 2 sebelah kanan).
Untuk water wall kita memakai batu andesit susun acak, sedangkan untuk finishing dinding interior banyak bidang yang di finish memakai wallpaper dan HPL. Pencahayaan (Lighting) juga menjadi nilai lebih dari rumah ini, permainan lighting menambah nuansa dramatis dan elegan rumah ini, baik pada eksterior maupun interiornya.
Nama Proyek: Rumah Taman Permata Indah
Lokasi Proyek: Taman Permata Indah Blok D/3, Sidoarjo
Luas Tanah/Banguan: 153/220 m2, Tahun: 2010, Arsitek: Andy Rahman. A, ST. IAI
Tren Arsitektur Terkini
Posted by andyrahman in architect, arsitektur, bangunan, Definisi Arsitektur, desain rumah minimalis, eksterior desain, interior desain, residential, Rumah, rumah minimalis on December 22, 2010
Pergeseran tren arsitektur di Indonesia pada lima tahun terakhir cukup signifikan. Kita bisa merasakannya mulai dari desain-desain rumah, kantor, ruko bahkan gedung tinggi (High Rise Building). Desain-desain bangunan tersebut cenderung lebih simple dan sederhana, namun elegan dan menarik. Inilah yang kita sebut dengan pergeseran tren arsitektur.
Arsitektur adalah salah satu cabang ilmu merancang, oleh karenanya arsitektur terkait langsung dengan kreatifitas dan inovasi tiada henti, sama dengan jenis cabang ilmu rancang yang lainnya, seperti interior, desain produk, desain grafis dll. Dimana tiap waktu, tiap bulan, dan tiap tahun akan terus berubah dan berkembang. Sejalan dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri terhadap desain.
Dalam perkembangannya sendiri, Arsitektur minimalis dan kontemporer telah berhasil di terima dengan baik oleh masyrakat luas, ini terbukti dengan makin banyaknya bangunan-bangunan yang memakai pendekatan minimalis dan kontemporer. Salah satu penyebabnya adalah, masyarakat sudah bosan dengan bentukan-bentukan arsitektur klasik maupun mediteran yang menurut mereka sudah tidak relevan lagi dengan gaya hidup masyarakat jaman sekarang.
Minimalis sendiri sangat terkait dengan pola berpikir dan cara hidup. Sebuah cara pandang baru dalam melihat desain sebagai refleksi cara hidup masyarakat urban yang serba praktis, ringan, efisien, dan penuh kesederhanaan. Sedangkan Kontemporer berasal dari kata temporer atau waktu saat ini, menurut istilah adalah waktu yang berubah –ubah , intinya desain itu bersifat present, sedang in, lagi ngetren atau sedang digemari. Sehingga untuk saat ini bisa dikatakan desain minimalis merupakan bagian dari desain kontemporer yang sedang menjadi tren di Indonasia.
Sedangkan tren adalah apa yang nantinya akan menjadi biasa dan kebanyakan. Dan pada saat tren menjadi sesuatu yang biasa dan kebanyakan, maka tren ini dengan sendiri akan berganti dengan tren yang baru. Itulah dunia desain, dimana arsitektur menjadi salah satu bagiaannya.
Dari sinilah kita akan pahami bahwa sebuah tren memang ada masanya, tidak akan bisa lekang oleh waktu. Karena sebuah tren berbanding lurus dengan ‘main set’ masyrakat pada saat tren itu ada. Dan kelahirannya adalah akibat dari sebuah ke-jenuh-an bersama akan sesuatu yang sudah jamak. Sifat mendasar yang dimiliki manusia dimana existensinya ingin di akui, hal inilah yang mendorong suatu perubahan. Di mana suatu masysarakat yang sudah bosan dengan tren yang sudah ada, akan otomatis menggantinya dengan tren yang baru. Rata-rata sebuah tren arsitektur berkisar antara 15 – 25 th, setelah itu akan ada perubahan tren lagi. Jadi kalau ada pertanyaan apakah desain minimalis itu tidak cepat di tinggalkan? maka jawabnya tergantung anda menerjemahkan rentang waktu 15 – 25 th itu cepat/lama. Karena fenomena seperti ini akan terjadi terus dan berulang tiap 15 – 25 th.
Rumah Minimalis
Posted by andyrahman in architect, arsitek profesional, arsitektur, bangunan, consultant architect, desain rumah minimalis, eksterior desain, interior desain, residential, Rumah, rumah minimalis, tentang rumah minimalis on December 21, 2010
RUMAH minimalis adalah sebuah gaya arsitektur bangunan yang tengah menjadi tren di metropolitan. Desain rumah minimalis merupakan pilihan terhadap bentuk arsitektur sebagai akibat budaya dan perubahan gaya hidup masyarakat. Bukan sekadar latah atau ikut-ikutan tren. Rumah minimalis merupakan respon atas kebosanan dan kejenuhan masyarakat kita dengan bentukan arsitektur klasik dan mediteranian yg penuh dengan ornamen dan bentuk-bentuk yang tidak fungsional lainnya, serta detail-detail interior dan perabot yang cenderung ‘ramai’ dan membuat ruang terasa sesak dan sempit.
MINIMALIS adalah pola berpikir, bekerja, dan suatu cara hidup. Sebuah cara pandang baru dalam melihat desain sebagai refleksi cara hidup masyarakat urban yang serba praktis, ringan, efisien, dan penuh kesederhanaan.
Rumah minimalis pun hadir dengan karakter lebih jelas (desain serba kotak, warna serba putih dan abu-abu, bergaris-garis tegas, bentuk-bentuk ruang geometris dan sederhana), lebih baik (kokoh), dan lebih kuat dengan ruang- ruang yang kosong (sedikit ornamen dan perabotan). Prinsipnya semakin sederhana, maka kualitas desain, ruang yang ada, dan penyelesaian bidang struktur harus semakin lebih baik.
Namun perlu dicatat terlalu minimalis akan menjadi steril, tunggal rupa, dan cenderung membosankan. Untuk itu perlu dipahami bersama bagaimana pengembangan dasar rumah minimalis dalam konteks budaya masyarakat urban kita.
Apa yang menarik dari desain rumah minimalis? Simpel, Elegan. Dan: lain dari pada yang lain. Tentu saja lain daripada yang lain, kalau lingkungan sekitar Anda tidak ada rumah minimalis. Tetapi kalau seluruh lingkungan bergaya minimalis, tentu jadinya seragam lagi.
Lebih jauh lagi, gaya minimalis pada intinya merupakan suatu jawaban atas keadaan yang dicetuskan oleh orang-orang yang menganut paham minimalisme sebagai protes atas keadaan masyarakat yang tidak menghargai sumber daya alam dengan mengeksploitasi habis-habisan sumber daya alam untuk hal-hal yang tidak perlu dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan minimalisme ini merupakan gerakan ‘back to basic’ atau kembali kepada kesederhanaan, konon gerakan ini timbul di Amerika yang merupakan suatu hal yang dapat dianggap positif dari suatu gerakan jaman modern.
Lebih daripada sekedar gaya atau model rumah, minimalis semestinya mencerminkan filosofi hidup Anda. Kalau tidak, konsep minimalis bukanlah konsep yang tepat untuk rumah Anda. Pertanyaannya: filosofi hidup macam apa yang cocok dengan konsep minimalis?
1. Anda lebih mementingkan yang esensial, yang mendasar, daripada segala ornamen atau hiasan. Bahasa lainnya: ambil yang penting saja, fungsional. Kalau itu bukan hal penting, boleh dibuang atau disingkirkan. Penerapannya dalam desain minimalis, misalnya di ruang duduk: sofa, coffee table, credensa mungkin sudah cukup. Ornamen ukiran tidak esensial untuk seorang yang bergaya minimalis. Dekorasi rumah seperti lukisan, vas bunga, dipilih sesedikit mungkin. Dan diletakkan sebagai aksen agar rumah tidak membosankan. Tetapi juga tidak penuh dengan barang. Di atas meja mungkin sebuah vas bunga yang simple sudah cukup. Di dinding, satu dua lukisan dan foto barangkali sudah lebih dari cukup.
2. Anda lebih mementingkan kualitas dari pada kuantitas. Sedikit tapi bermutu. Diterapkan dalam desain berarti: daripada banyak barang, desain minimalis hanya mengambil yang sungguh berguna dan disuka. Ruang banyak dibiarkan lega sebagai bagian dari interior itu sendiri. List plafon tidak diperlukan. Apalagi yang berukir-ukir dihindari. Justru pertemuan antara plafon dan dinding yang dibuat sangat rapi lebih diutamakan.
3. Anda menyukai kebersihan. Anda tidak biasa melihat meja makan yang penuh dengan makanan dan piring sepanjang waktu. Anda tidak bisa membiarkan kitchen set Anda penuh dengan piring kotor. Anda tidak bisa membiarkan tempat tidur yang berantakan ketika tidak dipakai. Anda tidak nyaman berada pada kamar mandi yang basah sepanjang waktu. Diterapkan dalam desain: berarti Anda ingin membuat semua sudut di ruangan/ atau dirumah mudah dibersihkan. Tidak ada permukaan yang sulit dijangkau untuk dibersihkan.
























